MEA sebagai Peluang Sekaligus Tantangan Ekonomi - Bisnisasean.com | Situs Berita Bisnis ASEAN | News Portal For Association of Southeast Asian Nations

Post Top Ad


JAKARTA, BISNISASEAN.COM -- Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dimulai 1 Januari 2016 nanti, merupakan peluang sekaligus tantangan. Melalui MEA, akan terjadi integrasi sektor ekonomi yang meliputi free trade area, penghilangan tarif perdagangan antarnegara ASEAN, pasar tenaga kerja dan modal yang besar, pertumbuhan konsumsi, dan iklim investasi yang makin baik.

Demikian disampaikan Ketua DPD RI Irman Gusman dalam refleksi akhir tahun "Memantapkan Konsolidasi Nasional Menyambut Masyarakat Ekonomi Asean-MEA" di Gedung DPD RI Jakarta, Senin (21/12/2015).

Hadir dalam refleksi akhir tahun 2015 itu antara lain Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad, Ketua BK DPD RI AM Fatwa, Parlindungan Purba, Sekjen DPD RI Sudarsono Hardjosoekarto, dan lain-lain.

Kesiapan negara menghadapi MEA tersebut kata Irman, ditunjukkan dengan makin meningkatnya daya saing Indonesia dalam beberapa tahun belakangan. Menurut World Economic Forum (WEF), tahun 2015 Indonesia ada di peringkat 37 dari 140 negara yang disurvei.

Dalam Global Competitiveness Report 2015-2016 yang dirilis WEF, di ASEAN daya saing Indonesia hanya kalah dari tiga negara tetangga, yakni Singapura yang berada di peringkat 2, Malaysia (18), dan Thailand (32).

“Meski turun dibanding tahun 2014 di peringkat 34, daya saing Indonesia lebih unggul dari Filipina (47), Vietnam (56), Laos (83), Kamboja (90), dan Myanmar (131)," kata Irman.

Menurut Irman, peringkat daya saing Indonesia juga terlihat lebih baik dibandingkan banyak negara di luar Asia Tenggara, antara lain Portugal (38), Italia (43), Rusia (45), Afrika Selatan (49), India (55), dan Brasil (75).

“Jadi, cukup beralasan bahwa memasuki MEA ini Indonesia memiliki rasa percaya diri dan optimis yang tinggi. Meski begitu, tentu saja kita harus terus berusaha untuk terus meningkatkan daya saing melalui pembangunan infrastruktur dan perbaikan iklim investasi di tahun-tahun mendatang agar Indonesia dapat manfaat besar dari integrasi ekonomi Asia Tenggara,” pungkasnya. (Yayat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages