Pasar Saham Asia Naik, Ini Pemicunya - Bisnisasean.com | Situs Berita Bisnis ASEAN | News Portal For Association of Southeast Asian Nations

Post Top Ad

Bursa Saham Asia. Foto : FOREXimf.com
SHANGHAI, BISNISASEAN.COM- Pasar saham Asia naik pada awal perdagangan Rabu, menyusul kenaikan di Wall Street, karena laporan upaya-upaya untuk memperbarui pembicaraan antara Amerika Serikat dan Tiongkok mengurangi kekhawatiran perang perdagangan, namun investor akan tetap memperhatikan data hari ini.

Pasar saham global sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa (31/7), dibantu oleh Bloomberg yang melaporkan bahwa AS dan Tiongkok sedang berusaha untuk melanjutkan pembicaraan perdagangan guna meredakan pertempuran atas tarif impor.

"Data AS yang kuat membantu meningkatkan sentimen risiko, namun demikian berita bahwa Mnuchin dan Liu He sedang melakukan pembicaraan lagi memicu reli risiko yang lebih besar," analis ANZ mengatakan dalam sebuah catatan, mengacu pada menteri keuangan AS dan wakil perdana menteri Tiongkok.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,43 persen menjadi 25.415,19, S&P 500 naik 0,49 persen menjadi 2.816,29 dan Indeks Komposit Nasdaq bertambah 0,55 persen menjadi 7.671,79.

Tetapi, kemudian Bloomberg melaporkan bahwa AS merencanakan lebih tarif lebih tinggi pada 200 miliar dolar AS impor dari Tiongkok, menggarisbawahi volatilitas hubungan perdagangan AS-Tiongkok.

Di Asia, indeks MSCI yang lebih luas di Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,1 persen pada awal perdagangan, sementara indeks saham Jepang Nikkei naik 0,5 persen.

Saham-saham teknologi di seluruh wilayah mungkin mendapat dukungan setelah Apple Inc mengalahkan ekspektasi Wall Street untuk hasil keuangan triwulanannya, berkat penjualan yang kuat dari iPhone X-nya.

Saham Apple naik 3,4 persen menjadi 196,80 dolar AS dalam perdagangan setelah jam kerja (penutupan pasar).

Para investor juga akan mengawasi data dari seluruh wilayah, termasuk angka aktivitas manufaktur dari Tiongkok, untuk indikasi prospek ekonomi global.

Data dari Australia menunjukkan perlambatan dalam kegiatan manufaktur pada Juli, dengan indeks pembelian manajer (PMI) Commonwealth Bank/Markit berada di tingkat terendah dalam hampir dua tahun.

Tetapi pasar saham Australia masih bergerak lebih tinggi pada awal perdagangan Rabu, naik 0,2 persen, mengambil dukungan dari harga-harga komoditas yang lebih tinggi.

Pertemuan kebijakan Federal Reserve AS pada Rabu waktu setempat dan bank sentral Inggris, Bank of England (BoE), pada Kamis (2/8) juga akan mempertahankan beberapa investor di luar pasar, meskipun bank sentral AS diperkirakan akan menjaga suku bunganya tidak berubah.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun berada di 2,9542 persen, dibandingkan dengan penutupan di AS di 2,964 persen pada Selasa (31/7).

Imbal hasil surat utang pemerintah AS bertenor dua tahun, yang meningkat karena para pedagang memperkirakan suku bunga Fed lebih tinggi, menyentuh 2,6654 persen dibandingkan dengan penutupan di AS 2,669 persen.

Dolar datar terhadap yen di 111,81.

Euro juga datar di 1,1689 dolar, sementara indeks dolar, yang melacak greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama saingannya, naik 0,1 persen menjadi 94,547.

Minyak mentah AS merosot 0,6 persen menjadi 68,33 dolar per barel.

Minyak mentah Brent turun 0,3 persen menjadi 73,99 dolar per barel.

Harga spot emas naik tipis kurang dari 0,1 persen pada 1.223,93 dolar per ounce.(Reuters/Ant/BA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages