Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN di Singapura, Ini Isu Jadi Sorotan Mereka - Bisnisasean.com | Situs Berita Bisnis ASEAN | News Portal For Association of Southeast Asian Nations

Post Top Ad

Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN di Singapura, Ini Isu Jadi Sorotan Mereka

Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN di Singapura, Ini Isu Jadi Sorotan Mereka

Share This
Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen, Foto : setnas-asean.id
SINGAPURA, BISNISASEAN.COM-  Pertemuan Tingkat Tinggi Menteri ASEAN sedang berlangsung di Singapura. Berbagai isu regional menjadi agenda utama dibahas pada pertemuan negara-negara Asia Tenggara. Lalu apa isu menjadi perbincangan mereka?

Pertama, negara-negara Asia Tenggara diperkirakan akan menyambut rancangan perundingan awal pakta non-agresi dengan China menyangkut Laut Cina Selatan, namun para pengkritik mengatakan, pembicaraan berlarut-larut bisa memberi Beijing tameng diplomatik untuk menutupi agresinya di perairan yang disengketakan itu.

Para diplomat tertinggi Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) itu juga akan memuji hubungan yang membaik antar Korea, termasuk pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, sewaktu mereka melangsungkan pertemuan tahunan selama empat hari di Singapura, mulai Rabu.

Dipimpin Singapura pada saat ini, blok 10 negara ini akan menjadi tuan rumah forum keamanan terbesar di Asia, Sabtu, yang menghadirkan para pemain penting yang terlibat dalam usaha perlucutan nuklir Semenanjung Korea, dan sekaligus memberi kesempatan kepada para pesertanya untuk mengadakan pertemuan terpisah di sela-sela KTT.

Keprihatin mengenai ekstrimisme yang meningkat di wilayah itu dan nasib buruk kelompok minoritas Muslim Rohingya di Myanmar juga akan menjadi sorotan. Menurut rencana Myanmar akan memberi keterangan kepada para menteri luar negeri ASEAN mengenai situasi di Rakhine pada sebuah jeda makan siang.

Didirikan tahun 1967 pada Era Perang Dingin sebagai sebuah asosiasi yang menentang komunisme, ASEAN memiliki prinsip untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri negara-negara anggotanya. Langkah Myanmar ini merupakan preseden baru karena pembicaraan mengenai masalah di dalam negeri anggotanya selama ini dianggap tabu. (VOA/BA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages